Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berbagai Manfaat Olahraga Bersepeda

Olahraga bersepeda akhir akhir ini menjadi gaya hidup di kala pandemi covid 19. Berbagai Manfaat Olahraga Bersepeda diantaranya bisa membantu melindungi tubuh dari serangan berbagai penyakit serius seperti obesitas, penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

Gaya Hidup Bersepeda
Di negara Barat bersepeda sudah lama menjadi gaya hidup, selain murah meriah juga bisa menyehatkan tubuh. Budaya masyarakat Barat yang memilih bersepeda saat berangkat kerja maupun beraktifitas sehari hari. Berdasar penelitian menunjukkan turunnya jumlah lemak saat bersepeda hampir sama dengan melakukan olahraga di gym jika dilakukan secara rutin.

Masih banyak Berbagai Manfaat Olahraga Bersepeda diantaranya : 

1. Menstabilkan Diabetes

Diabetes merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja baik orang dewasa maupun anak anak. Pola makan yang tidak sehat tanpa disertai olahraga yang cukup menjadi salah satu pemicu diabetes.

Dengan bersepeda minimal 30 menit setiap hari bisa menstabilkan diabetes. Sebelum bersepeda wajib melakukan pemanasan agar otot tidak kram.

2. Mencegah Hipertensi

Dikutip dari halodoc.comTekanan darah merupakan kekuatan yang dibentuk oleh sirkulasi darah kepada dinding arteri tubuh, yaitu pembuluh darah utama di dalam tubuh. Tekanan ini bergantung kepada resistensi pembuluh darah dan seberapa keras jantung dipompa. Semakin banyak darah yang dipompa dan semakin sempit arteri, maka semakin tinggi tekanan darah. 

Nah, dengan bersepeda secara rutin bisa menstabilkan hipertensi. Berdasar penelitian olahraga bersepeda dengan intensitas sedang bisa menurunkan tekanan darah.

Bagi penderita hipertensi hindari bersepeda secara berlebihan. Cukup 30 - 40 menit dilakukan 3 - 4 hari per minggu.

3. Mencegah Risiko Jantung

Selain mencegah hipertensi, sebuah studi menunjukkan bersepeda dengan total jarak 30 kilometer per minggu bisa mengurangi risiko penyakit jantung hingga 50% jika dibanding dengan mereka yang tidak melakukan aktifitas bersepeda. Bersepeda 30 menit / hari disertai membatasi asupan kalori setara dengan ikut kelas aerobik tiga kali seminggu.

4. Menurunkan Risiko Depresi

Bersepeda di pagi hari atau sore hari sembari memandang keindahan alam bisa membuat suasana hati menjadi nyaman. Beban hidup seolah hilang dengan melakukan olahraga bersepeda.

Bersepeda di alam

5. Meningkatkan kecerdasan otak

Selama bersepeda, aliran darah di otak meningkat 28 persen hingga 70 persen di area tertentu. Pasokan darah bisa memicu tumbuhnya sel-sel baru sehingga kecerdasan otak akan meningkat.

Menjelang akhir bersepeda, aliran darah ke otak akan kembali menurun. Meski demikian, aliran darah di dua bagian, yaitu korteks sensorimotor kaki, dan serebelum vermis otak kecil akan tetap meningkat hingga 40 persen

6. Mengingkatkan kemampuan seks

Benarkan aktifitas bersepeda bisa meningkatkan kemampuan seks? Dr Matthew Forsyth, seorang ahli urologi yang juga penghobi bersepeda dari Portland, Oregon, mengemukakan, “Semua otot yang dipakai selama melakukan aktifitas bersepeda juga digunakan selama melakukan hubungan seksual. Semakin otot-otot ini sering dilatih maka bisa meningkatkan kemampuan seks baik pria maupun wanita.

7. Mencegah insomnia

Bersepeda di pagi hari dapat membantu jam biologis waktu tidur normal kembali, serta menghilangkan hormon kortisol yang menyebabkan insomnia.

Suhu tubuh akan mengalami penurunan sekitar 1,5 derajat ketika tidur. Ketika seseorang melakukan aktifitas bersepeda di sore hari suhu tubuh akan meningkat. Peningkatan ini akan dibarengi efek pendinginan balik selama beberapa jam kemudian. Jika efek pendinginan disesuaikan dengan waktu tidur maka insomnia bisa teratasi.

8. Menurunkan risiko kanker

Sebuah studi mengatakan ada 13 jenis kanker yang bisa dicegah jika rutin melakukan aktifitas bersepeda. Tentunya juga diimbangi dengan pola makan yang sehat.

Berikut daftar 13 jenis kanker yang bisa dicegah dengan melakukan bersepeda:

  1. Kanker esofagus 42%
  2. Kanker hati 27%
  3. Kanker paru-paru 26%
  4. Kanker ginjal 23%
  5. Kanker rahim 21%
  6. Myeloid leukemia 20%
  7. Myeloma (kanker sel darah putih) 17%
  8. Kanker usus besar 16%
  9. Kanker kepala dan leher 15%
  10. Kanker Dubur 13%
  11. Kandung kemih 13%
  12. Kanker payudara 10%
  13. Kanker kulit dan prostat 5%